Oleh : ING. Mudiarcana
Agama Hindu
merupakan agama yang benar. Weda, Kitab suci agama Hindu berasal dari Hyang
Widdhi/Tuhan Yang Maha Esa, Seperti
dikatakan sendiri oleh beliau dalam Bagawad Gita. XV.15” Weda ntakrid wedawid ewa ca ‘ham/ Akulah pencipta weda dan Aku yang
mengetahui isi weda. Kitab Weda
disebut juga sastrawiddhi atau sastra
brahman karena berasal dari Hyang Widdhi/Brahman/Tuhan YME.
Mereka yang mencela dan
menyimpangkan kitab Weda, dan tidak mengikuti ajaran Weda adalah orang-orang
bodoh yang tidak tahu jalan kebenaran
dan kehilangan kesempatan untuk mengetahui kebenaran abadi.
Awatara Wisnu/Hyang Widdhi yang Maha Pemelihara dan Maha Pelindung ketertiban Jagat, dalam Bagawad Gita
III.32 bersabda :Ye twetad abhyasuyanto na’nutisthanti me matam, sarwa jnana
wimudhamstan, widdhi nastan acetasah yang artinya : Mereka yang mencela atau menyimpangkan ajaran-Ku (Weda) dan tidak mengikuti ajaran-Ku, sesungguhnya mereka kehilangan semua pengetahuan
(menjadi bodoh dan dungu) dan kehilangan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
(Widdhi nastanacetahsah).
Sedangkan mereka yang selalu
mengikuti ajaran Weda dan selalu melaksanakan perintah-perintah kitab Weda
dengan penuh keyakinan dan bebas dari kepentingan duniawi akan dibebaskan dari
perputaran karma (dibebaskan dari Hukum Karma dan Reinkarnasi) (BG.III.31)
Mereka yang meninggalkan Weda (Yah sastrawiddhimUtsrijya),
karena dipengaruhi oleh nafsu duniawi, tidak akan pernah bisa mencapai kesempurnaan,
kebahagiaan dan tidak pernah bisa mencapai Sorga atau Moksa /tujuan tertinggi
(BG.XVI.23)
Mereka yang dikendalikan oleh
nafsu karena pengetahuannya yang salah/keliru, pergi ketempat pemujaan
dewa-dewa lain ( selain dewa-dewa Hindu=pergi ke agama lain
meninggalkan agama Hindu. Red.
), mereka berpengang pada aturan menurut cara-cara mereka sendiri (BG. VII.20).
meninggalkan agama Hindu, agamanya Hyang Widdhi dan mencari Tuhan lain selain Tuhannya
Agama Hindu.
Dengan harapan yang sia-sia,
perbuatan yang sia-sia, pengetahuan yang sia-sia dan tanpa kesadaran, mereka
mengikuti jalan keliru oleh pengaruh jahat Raksasa dan Setan (Asura) yang menyesatkannya (BG.IX.12)
Dengan selalu mengagung-agung-kan
nama-nama Hyang Widdhi, berusaha dengan teguh memegang sumpah, sujud kepada
Hyang Widdhi dalam pengabdian dan disiplin jiwa, ber-bhakti kepada Hyang
Widdhi. Yang berjiwa mulia, memiliki sifat suci, mengetahui Hyang Widdhi yang
tak termusnahkan sebagai sumber segala mahluk, selalu sujud ber-bhakti kepada
Hyang Widdhi dengan memusatkan pikiran.(BG.14 & 13)
Dengan selalu melaksanakan Yadnya,
ber-Danapunia, mengendalian diri (Tapa) tarhadap pikiran, perkataan,
perbuatan, serta mengendalikan diri terhadap makan, minum dan nafsu seksual,
serta ber-perilaku (Karma) yang baik, untuk mensucikan diri dan melukat/meruwat
segala kesialan/mala, hendaknya harus selalu dilakukan dan jangan ditinggalkan
oleh umat Hindu. Seperti sabda Sri Krisna dalam Bagawad Gita XVIII.5 berikut :
Yajna dana tapah karma na tyajyam karyam ewa tat, yajna danam tapas
cai’wa pawanani manisinam
Beryadnya, berdanapunia/sedekah, tapabrata dan berperilaku yang baik,
jangan diabaikan melaikan harus dilakukan, sebab dengan beryadnya, berdanapunia
dan tapa adalah pensuci bagi orang arif bijaksana
Dengan berpegang teguh pada
ajaran Weda dan selalu berbakti kepada Hyang Widdhi, dan melaksanakan semua perintah
Hyang Widdhi, maka apa yang kita belum
punya akan dipenuhi oleh-Nya dan apa yang kita sudah punya akan di jaga
oleh-Nya. Seperti janji Hyang Widdhi dalam Bagawad Gita IX.22 berikut :
Ananyas cintayanto mam ye janah paryupasate, tesam nityabhiyuktanam
yogasemam wahamy aham
Mereka yang selalu memuja-Ku, merenungkan Aku selalu, kepada mereka
akan Aku bawakan segala apa yang mereka belum punya, dan Aku lindungi segala
apa yang mereka telah miliki.
Bukti-bukti bahwa kitab weda
adalah adalah kitab yang benar
Mantra-mantra/sloka-sloka dibuktikan sesuai dengan Ilmu
pengetahuan diantaranya :
1.
Yayur Veda III.6
mengatakan : Bumi berputar mengelilingi matahari, bukan Matahari yang
berputar mengeliligi Bumi
2. RgVeda X.89.4. mengatakan : Langit dan Bumi
bertumpu pada porosnya dan berputar pada porosnya seperti sebuah roda
3. AtharwaVeda
XII.I.37. mengatakan : Bumi bergerak dan
bergetar, Bumi bergerak karena api dibagian dalam perut Bumi
Dari bukti-bukti tersebut maka dapat dipastikan; penulis
Kitab Weda, kitab sucinya Agama Hindu pasti maha kuasa, maha mengetahui,
karena mampu melihat alam semesta beserta penghuninya dari penglihatan dan pengetahuan yang luar biasa. Sehingga Bumi kelihatan Bundar, Bumi berputar
mengelilingi Matahari.
Penulis kitab Weda
tidak melihat Bumi dihamparkan,
gunung-gunung ditancapkan untuk menyanga
Bumi supaya tidak pernah bergoyang untuk selamanya. Dan tidak melihat matahari beredar/berputar
mengelilingi garis edarnya atau orbitnya mengelilingi Bumi sehingga menciptakan
siang dan malam.
Penulis kitab Weda memperuntukkan kitab Weda untuk
seluruh mahluk di alam semesta. Bukan hanya untuk manusia di katulistiwa,
karena orang eksimo yaitu manusia yang tinggal dekat dengan kutub, tidak pernah
melihat siang dan malam, mereka hanya melihat sore saja sepanjang hidupnya.
Didaerah kutub matahari tidak pernah terbit dan tidak pernah tenggelam.
Columbus ingin membuktikan kebenaran sabda kitab Weda
yang mengatakan bahwa bumi ini bulat, tidak ada ujung bumi. Karena kitab Weda berasal dari tanah India,
maka Columbus ingin mencari India dengan berlayar ke arah Barat dari daratan
Eropa, sekaligus ingin membuktikan kebenaran kitab sucinya orang India yaitu Weda.
Columbus tiba disebuah pulau yang dikiranya sudah sampai di India dan penduduk
pulau tersebut (kemudian disebut Benua Amerika) disebut dengan sebutan Indian.
Karena Columbus mengira sudah sampai ditanah India.
Kitab Weda telah menginspirasi umat manusia untuk
membuktikan kebenarannya. Telah banyak Ilmuwan yang memperoleh hadiah Nobel
karena terinspirasi dari membaca kitab Weda.diantaranya :
Pertama :Hukum
Kekekalan Energi yang diformulasikan oleh James Prescott Joule, seorang ahli
fisika berkebangsaan Inggris yang namanya diabadikan menjadi satuan energi,
terinspirasi oleh hukum reinkarnasi nya Weda. Hukum kekekalan Energi Youle
berbunyi sebagai berikut :
“Energi
tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah
dari satu bentuk ke bentuk lainnya”.
Sedangkan Hukum reinkarnasi yang
tertulis di kitab Bagawad Gita, yang turun di medan perang Kurusetra tahun 3138
SM dan dicatat oleh Maharsi Wiyasa mengatakan sebagai berikut :
1.
Apa yang tidak ada tidak akan pernah ada, dan apa yang
ada tidak akan berhenti ada.keduanya
telah dimengerti oleh mereka yang mampu melihat hakekat pertama (BG.II.16)
2.
Demikian juga tidak pernah ada saat dimana Aku, Engkau
dan para pemimpin ini tidak ada, dan tidak akan ada saat dimana kita akan
berhenti ada sekalipun sesudah mati (BG.II.12)
3.
Ini tidak pernah lahir pun tidak pernah mati atau
setelah ada tidak akan berhenti ada, ini tidak dilahirkan, kekal, abadi yang
sejak dahulu Dia tidak mati pada saat badan jasmani ini mati
(BG.II.20)
Hukum kekekalan energi dan hukum reinkarnasi setuju
bahwa zat atau materi itu tidak pernah musnah, melainkan hanya berubah, dari
satu materi ke materi lain atau dari energi ke materi lain, atau dari materi ke
energi lain, atau dari energi ke energi lain.
Demikian juga halnya dengan kehidupan manusia dan
mahluk lainnya, manusia dan mahluk
lainnya tidak akan pernah musnah melainkan hanya berubah.
Kedua
: Tiga struktur kepribadiannya Sigmund Freud yang terdiri dari Id, Ego dan
Super Ego yang membentuk tipe-tipe kepribadian manusia terinspirasi oleh ajaran
Triguna dalam Weda yaitu Sattwam
Rajas dan Tamas (baca 4 tipe kepribadian menurut Weda oleh Guli Mudiarcana)
Ketiga : Copernikus
mengatakan bahwa Bumi berputar, bukan matahari yang berputar terinspirasi oleh
Yayur Veda III.6 yang mengatakan : Bumi
berbintik bintik dan bertempat tinggal dilangit. Bumi berputar mengitari
Matahari yang bagaikan Ayah
Ke
empat : Para Nabi besar agama-agama yang ada saat ini,
dijaman dahulu mempunyai kebiasaan melakukan meditasi/bertahanut/bertafakur,
seperti misalnya : Sidarta Gautama, Zoroaster, Nabi Muhamad dan yang lainnya, dengan mendapat inpirasi dari para Maharsi penerima wahyu weda dijaman
dahulu yang suka bermeditasi /bertafakur/ bertahanut/bertapa di hutan-hutan
atau goa-goa di lereng-lereng pegunungan Himalaya dan tepi sungai Gangga.
Tuhan Agama Hindu sangat pengasih dan penyayang
Bahwa Tuhan Agama Weda yaitu Hyang Widdhi tidak pernah
cemburu, maupun iri hati kepada umat Manusia seperti kata dalam Bagawad Gita IX.29 sebagai berikut :
Aku tidak pernah iri dan selalu adil terhadap semua
mahluk. BagiKu tidak ada yang paling Aku benci dan tidak ada yang paling Aku
kasihi. Tetapi yang selalu berbakti kepadaKu, dia akan berada padaKu dan Aku
selalu bersamanya.
Bahwa Tuhan Agama Weda sangat toleran dan membebaskan
umat manusia untuk memilih jalan menuju kepadaNya seperti kata Bagawan Gita IV.11 berikut :
Apapun jalan yang ditempuh manusia menuju kearahKu,
akan Aku terima sama. Manusia menuju kearahKu dengan berbagai jalan.
Tuhan Agama Hindu hanya
Satu, tetapi orang-orang pintar menyebut dengan berbagai nama
Bahwa Tuhan Agama Weda hanya Satu, Manusia yang
menyebut Banyak seperti mantra RgVeda I.64.46 berikut : Ekam sadvipra
bahuda vadanti artinya Hanya satu Tuhan,orang pintar menyebut dengan banyak
nama
Tuhan yang hanya satu juga dipertegas dalam kitab
sutasoma yangditulis oleh Mpu Tantular, seorang rohaniawan Hindu pada masa
kerajaan Majapahit (abad 14-15) dengan
sasanti : “ Bineka Tunggal Ika
tan Hana Dharma mangrua” artinya Mekipun berbeda-beda, tetap satu, tidak
ada kebenaran dua.
Jadi pantaslah kalau agama Weda disebut Sanata Dharma,
kebenarannya abadi
ARTIKEL LAINNYA SILAHKAN KLIK BERIKUT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar