Kamis, 07 Maret 2013

Hindu Agama yang benar


Oleh : ING. Mudiarcana

Agama Hindu merupakan agama yang benar. Weda, Kitab suci agama Hindu berasal dari Hyang Widdhi/Tuhan Yang Maha Esa,  Seperti dikatakan sendiri oleh beliau dalam Bagawad Gita. XV.15  Weda ntakrid wedawid ewa ca ‘ham/ Akulah pencipta weda dan Aku yang mengetahui isi weda.  Kitab Weda disebut juga  sastrawiddhi atau sastra brahman karena berasal dari Hyang Widdhi/Brahman/Tuhan YME.

Mereka yang mencela dan menyimpangkan kitab Weda, dan tidak mengikuti ajaran Weda adalah orang-orang bodoh  yang tidak tahu jalan kebenaran dan kehilangan kesempatan untuk mengetahui kebenaran abadi.

Awatara Wisnu/Hyang Widdhi yang Maha Pemelihara dan Maha Pelindung ketertiban Jagat, dalam Bagawad Gita III.32 bersabda :Ye twetad abhyasuyanto na’nutisthanti me matam, sarwa jnana wimudhamstan, widdhi nastan acetasah yang artinya : Mereka yang mencela atau menyimpangkan ajaran-Ku (Weda) dan tidak mengikuti ajaran-Ku, sesungguhnya mereka kehilangan semua pengetahuan (menjadi bodoh dan dungu) dan kehilangan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Widdhi nastanacetahsah).

Sedangkan mereka yang selalu mengikuti ajaran Weda dan selalu melaksanakan perintah-perintah kitab Weda dengan penuh keyakinan dan bebas dari kepentingan duniawi akan dibebaskan dari perputaran karma (dibebaskan dari Hukum Karma dan Reinkarnasi) (BG.III.31)

Mereka yang meninggalkan Weda (Yah sastrawiddhimUtsrijya), karena dipengaruhi oleh nafsu duniawi, tidak akan pernah bisa mencapai kesempurnaan, kebahagiaan dan tidak pernah bisa mencapai Sorga atau Moksa /tujuan tertinggi (BG.XVI.23)

Mereka yang dikendalikan oleh nafsu karena pengetahuannya yang salah/keliru, pergi ketempat pemujaan dewa-dewa lain ( selain dewa-dewa Hindu=pergi ke agama lain meninggalkan agama Hindu. Red. ), mereka berpengang pada aturan menurut cara-cara mereka sendiri (BG. VII.20). meninggalkan agama Hindu, agamanya Hyang Widdhi dan mencari Tuhan lain selain Tuhannya Agama Hindu.

Dengan harapan yang sia-sia, perbuatan yang sia-sia, pengetahuan yang sia-sia dan tanpa kesadaran, mereka mengikuti jalan keliru oleh pengaruh jahat Raksasa dan Setan (Asura)  yang menyesatkannya (BG.IX.12)

Dengan selalu mengagung-agung-kan nama-nama Hyang Widdhi, berusaha dengan teguh memegang sumpah, sujud kepada Hyang Widdhi dalam pengabdian dan disiplin jiwa, ber-bhakti kepada Hyang Widdhi. Yang berjiwa mulia, memiliki sifat suci, mengetahui Hyang Widdhi yang tak termusnahkan sebagai sumber segala mahluk, selalu sujud ber-bhakti kepada Hyang Widdhi dengan memusatkan pikiran.(BG.14 & 13)

Dengan selalu melaksanakan Yadnya, ber-Danapunia, mengendalian diri (Tapa) tarhadap pikiran, perkataan, perbuatan, serta mengendalikan diri terhadap makan, minum dan nafsu seksual, serta ber-perilaku (Karma) yang baik, untuk mensucikan diri dan melukat/meruwat segala kesialan/mala, hendaknya harus selalu dilakukan dan jangan ditinggalkan oleh umat Hindu. Seperti sabda Sri Krisna dalam Bagawad Gita XVIII.5 berikut :

Yajna dana tapah karma na tyajyam karyam ewa tat, yajna danam tapas cai’wa pawanani manisinam

Beryadnya, berdanapunia/sedekah, tapabrata dan berperilaku yang baik, jangan diabaikan melaikan harus dilakukan, sebab dengan beryadnya, berdanapunia dan tapa adalah pensuci bagi orang arif bijaksana  

Dengan berpegang teguh pada ajaran Weda dan selalu berbakti kepada Hyang Widdhi, dan melaksanakan semua perintah Hyang Widdhi, maka  apa yang kita belum punya akan dipenuhi oleh-Nya dan apa yang kita sudah punya akan di jaga oleh-Nya. Seperti janji Hyang Widdhi dalam Bagawad Gita IX.22 berikut :

Ananyas cintayanto mam ye janah paryupasate, tesam nityabhiyuktanam yogasemam wahamy aham

Mereka yang selalu memuja-Ku, merenungkan Aku selalu, kepada mereka akan Aku bawakan segala apa yang mereka belum punya, dan Aku lindungi segala apa yang mereka telah miliki.
  
Bukti-bukti bahwa kitab weda adalah adalah kitab yang benar                               
Mantra-mantra/sloka-sloka dibuktikan sesuai dengan Ilmu pengetahuan diantaranya :
1.      Yayur Veda III.6  mengatakan : Bumi berputar mengelilingi matahari, bukan Matahari yang berputar mengeliligi Bumi
2.       RgVeda X.89.4. mengatakan : Langit dan Bumi bertumpu pada porosnya dan berputar pada porosnya seperti sebuah roda
3.      AtharwaVeda XII.I.37.  mengatakan : Bumi bergerak dan bergetar, Bumi bergerak karena api dibagian dalam perut Bumi

Dari bukti-bukti tersebut maka dapat dipastikan; penulis Kitab Weda, kitab sucinya  Agama Hindu pasti maha kuasa, maha mengetahui, karena mampu melihat alam semesta beserta penghuninya dari penglihatan  dan pengetahuan yang luar biasa.  Sehingga Bumi kelihatan Bundar, Bumi berputar mengelilingi Matahari.

Penulis kitab Weda  tidak melihat  Bumi dihamparkan, gunung-gunung  ditancapkan untuk menyanga Bumi supaya tidak pernah bergoyang untuk selamanya.  Dan tidak melihat matahari beredar/berputar mengelilingi garis edarnya atau orbitnya mengelilingi Bumi sehingga menciptakan siang dan malam.

Penulis kitab Weda memperuntukkan kitab Weda untuk seluruh mahluk di alam semesta. Bukan hanya untuk manusia di katulistiwa, karena orang eksimo yaitu manusia yang tinggal dekat dengan kutub, tidak pernah melihat siang dan malam, mereka hanya melihat sore saja sepanjang hidupnya. Didaerah kutub matahari tidak pernah terbit dan tidak pernah tenggelam.

Columbus ingin membuktikan kebenaran sabda kitab Weda yang mengatakan bahwa bumi ini bulat, tidak ada ujung bumi.  Karena kitab Weda berasal dari tanah India, maka Columbus ingin mencari India dengan berlayar ke arah Barat dari daratan Eropa, sekaligus ingin membuktikan kebenaran kitab sucinya orang India yaitu Weda. Columbus tiba disebuah pulau yang dikiranya sudah sampai di India dan penduduk pulau tersebut (kemudian disebut Benua Amerika) disebut dengan sebutan Indian. Karena Columbus mengira sudah sampai ditanah India. 

Kitab Weda telah menginspirasi umat manusia untuk membuktikan kebenarannya. Telah banyak Ilmuwan yang memperoleh hadiah Nobel karena terinspirasi dari membaca kitab Weda.diantaranya :

Pertama :Hukum Kekekalan Energi yang diformulasikan oleh James Prescott Joule, seorang ahli fisika berkebangsaan Inggris yang namanya diabadikan menjadi satuan energi, terinspirasi oleh hukum reinkarnasi nya Weda. Hukum kekekalan Energi Youle berbunyi sebagai berikut :

 “Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya”.

Sedangkan Hukum reinkarnasi yang tertulis di kitab Bagawad Gita, yang turun di medan perang Kurusetra tahun 3138 SM dan dicatat oleh Maharsi Wiyasa mengatakan sebagai berikut :

1.      Apa yang tidak ada tidak akan pernah ada, dan apa yang ada tidak akan berhenti ada.keduanya telah dimengerti oleh mereka yang mampu melihat hakekat pertama (BG.II.16)

2.      Demikian juga tidak pernah ada saat dimana Aku, Engkau dan para pemimpin ini tidak ada, dan tidak akan ada saat dimana kita akan berhenti ada sekalipun sesudah mati (BG.II.12)

3.      Ini tidak pernah lahir pun tidak pernah mati atau setelah ada tidak akan berhenti ada, ini tidak dilahirkan, kekal, abadi yang sejak dahulu Dia tidak mati pada saat badan jasmani ini mati (BG.II.20)

Hukum kekekalan energi dan hukum reinkarnasi setuju bahwa zat atau materi itu tidak pernah musnah, melainkan hanya berubah, dari satu materi ke materi lain atau dari energi ke materi lain, atau dari materi ke energi lain, atau dari energi ke energi lain.

Demikian juga halnya dengan kehidupan manusia dan mahluk lainnya,  manusia dan mahluk lainnya tidak akan pernah musnah melainkan hanya berubah.

Kedua : Tiga struktur kepribadiannya Sigmund Freud yang terdiri dari Id, Ego dan Super Ego yang membentuk tipe-tipe kepribadian manusia terinspirasi oleh ajaran Triguna dalam Weda yaitu Sattwam Rajas dan Tamas (baca 4 tipe kepribadian menurut Weda oleh Guli Mudiarcana)

Ketiga : Copernikus mengatakan bahwa Bumi berputar, bukan matahari yang berputar terinspirasi oleh Yayur Veda III.6 yang mengatakan :  Bumi berbintik bintik dan bertempat tinggal dilangit. Bumi berputar mengitari Matahari yang bagaikan Ayah

Ke empat : Para Nabi besar agama-agama yang ada saat ini, dijaman dahulu mempunyai kebiasaan melakukan meditasi/bertahanut/bertafakur, seperti misalnya : Sidarta Gautama, Zoroaster, Nabi Muhamad  dan yang lainnya,  dengan mendapat inpirasi dari  para Maharsi penerima wahyu weda dijaman dahulu yang suka bermeditasi /bertafakur/ bertahanut/bertapa di hutan-hutan atau goa-goa di lereng-lereng pegunungan Himalaya dan tepi sungai Gangga.

Tuhan Agama Hindu sangat pengasih dan penyayang

Bahwa Tuhan Agama Weda yaitu Hyang Widdhi tidak pernah cemburu, maupun iri hati kepada umat Manusia seperti kata dalam Bagawad Gita IX.29 sebagai berikut :

Aku tidak pernah iri dan selalu adil terhadap semua mahluk. BagiKu tidak ada yang paling Aku benci dan tidak ada yang paling Aku kasihi. Tetapi yang selalu berbakti kepadaKu, dia akan berada padaKu dan Aku selalu bersamanya.

Bahwa Tuhan Agama Weda sangat toleran dan membebaskan umat manusia untuk memilih jalan menuju kepadaNya seperti kata Bagawan Gita IV.11 berikut :

Apapun jalan yang ditempuh manusia menuju kearahKu, akan Aku terima sama. Manusia menuju kearahKu dengan berbagai jalan.

Tuhan Agama Hindu hanya Satu, tetapi orang-orang pintar menyebut dengan berbagai nama

Bahwa Tuhan Agama Weda hanya Satu, Manusia yang menyebut Banyak seperti mantra RgVeda  I.64.46 berikut : Ekam sadvipra bahuda vadanti artinya Hanya satu Tuhan,orang pintar menyebut dengan banyak nama

Tuhan yang hanya satu juga dipertegas dalam kitab sutasoma yangditulis oleh Mpu Tantular, seorang rohaniawan Hindu pada masa kerajaan Majapahit (abad 14-15)   dengan sasanti :      Bineka Tunggal Ika tan Hana Dharma mangrua” artinya Mekipun berbeda-beda, tetap satu, tidak ada kebenaran  dua.

Jadi pantaslah kalau agama Weda disebut Sanata Dharma, kebenarannya abadi




 ARTIKEL LAINNYA SILAHKAN KLIK BERIKUT
  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar